2014 Road Trip

Published 3 years ago -  - 3y ago 32


BEBAS. It­u­lah yang kami rasakan saat melakukan road trip. Be­bas melakukan apapun yang kita mau. Berlama lama atau bergesa-gesa. Tidak terikat jad­wal ke­berangkatan.

Kali ini, kita meren­canakan per­jalanan darat ke Pan­galen­gan & Di­eng. Winter road trip. Tak lupa kami mem­bawa jaket tebal un­tuk men­gan­tisi­pasi cuaca akhir tahun. Kami men­coba melakukan riset men­ge­nai rute yang bisa di­lalui, serta kegiatan apa yang bisa di­lakukan di tem­pat tu­juan.

Walaupun rute per­jalanan su­dah ter­pasang di GPS, na­mun kadang kita tetap harus meng­gu­nakan feeling saat memilih jalan. Kon­disi cu­rah hu­jan yang tinggi kadang men­gak­i­batkan ter­tu­tup­nya ak­ses menuju ke tam­pat tu­juan kita. Bertanya kepada pen­duduk setem­pat akan san­gat mem­bantu. Per­hatikan juga rambu-rambu se­cara sek­sama – su­paya tidak ter­je­bak di jalur ke­cil, dsb.

Udara di Pan­galen­gan tidak seperti udara Jakarta. Yak kami be­nar-be­nar su­dah resmi berlibur. Mata­hari bersi­nar terik, na­mun kami tetap menikmatinya. Kami matikan AC mo­bil dan mem­buka kaca jen­dela. An­gin se­poi-se­poi per­la­han men­galir memenuhi seisi mo­bil. Lagu Lake Michigan dari Rogue Wave me­lengkapi suasana hati kami.

Kami ke­mu­dian menyewa per­ahu un­tuk men­gi­tari Situ Cile­unca, dan bermain-main di ke­bun ar­bei, di­mana kita bisa memetik dan makan sepuas­nya. Tak jauh dari situ, kami juga mam­pir seben­tar di ke­bun teh un­tuk sekedar berfoto, mengabadikan momen dan menikmati se­juknya udara pe­gu­nun­gan. Kami lalu melan­jutkan per­jalanan menuju Ban­dung se­belum hari gelap.

Sete­lah mem­u­lai per­jalanan dari se­buah peng­i­na­pan di Ban­dung pukul dua dini hari, kami tiba di Pur­wok­erto keesokan paginya. Un­tuk jalanan jalur ra­mai, atau yang su­dah kami hafal medan­nya,

kami lebih menyukai per­jalanan malam/​dini hari. Jalanan lebih lengang dan bisa menghe­mat lebih banyak waktu. Tetapi kami juga menghin­dari per­jalanan malam jika mele­wati hutan pe­gu­nun­gan yang belum kami hafal medan­nya.

Per­jalan kali ini cukup menan­tang. Kami cukup berun­tung meng­ha­jar lobang di jalan dan se­la­mat. Dua ban se­be­lah kanan kami ben­jol/​menggem­bung dan harus di­ganti. Un­tungnya ada be­ber­apa toko ban di Pur­wok­erto yang tidak libur di hari sabtu/​libur cuti bersama na­tal. Kami juga menyem­patkan un­tuk mam­pir sara­pan pagi ku­pat tahu di Ma­je­nang, dan makan siang di Soto Sokaraja H. Loso Jalan Bank, ke­mu­dian melan­jutkan per­jalanan menuju Di­eng.

Sete­lah sem­pat mengam­bil jalan ke­cil yang jus­tru memu­tar ke pe­gu­nun­gan arah Ban­jarne­gara, di­mana kami sem­pat ter­je­bak kemac­etan karena ben­cana long­sor. Ada perasaan ajaib ketika mele­wati jalan an­tah be­ran­tah yang belum per­nah kami kun­jungi. Was-was karena harus memu­tar mele­wati jalan hanya se­le­bar satu jalur mo­bil. Itupun salah satu sisinya berbatasan den­gan ju­rang. Dan juga perasaan lega ketika kita berhasil sam­pai tem­pat tu­juan. Akhirnya kami tiba di Di­eng se­belum hari gelap.

Tidak ada na­manya salah jalan. yang ada hanya pet­u­alan­gan berbeda di jalan itu.

Kami mele­watkan 1 hari 2 malam di Di­eng. Menga­mati sun­rise dari pun­cak Siku­nir, berke­lil­ing ke candi-candi Di­eng, ke Telaga Warna, mu­seum Di­eng dan tak lupa kawah Siki­dang. Cuaca di Di­eng lumayan din­gin. Hu­jan rin­tik dan de­ras bergant­ian tu­run sep­a­n­jang hari. Kabut tebal di­malam & pagi hari. Saat yang pas un­tuk menye­duh pop mie hangat..

Dalam per­jalanan pu­lang, kami menyem­patkan un­tuk beri­s­ti­ra­hat se­je­nak & bermalam di Pan­gan­daran, un­tuk sekedar menikmati sun­rise dan bermain-main pasir pan­tai.

To­tal per­jalanan kami kali ini 110 jam, den­gan rute Jakarta–Ban­dung–Pan­galen­gan–Ban­dung–Tasik­malaya–Ban­jar–Ma­je­nang–Pur­wok­erto–(Ban­jarne­gara)–Di­eng–Wonosobo–Pur­wok­erto–Ban­jar–Pan­gan­daran–Ban­jar–Ban­dung–Jakarta, den­gan men­em­puh jarak 1364 km. Tahun 2014 ini di­tutup den­gan per­jalanan yang berke­san dan menye­nangkan.

🙂


Un­tuk foto-foto per­jalanan yang lebih lengkap, bisa dil­i­hat di sini.

Berikut adalah playlist yang men­e­mani per­jalanan kami. Lake Michigan saat di Situ Cile­unca, Far Away – Ju­nip saat mele­wati kelokan jalanan pe­gu­nun­gan, lagu-lagu Sigur Ros se­lama di Di­eng, Welcome Home atau Home saat ka­pan­pun kami merasa di rumah.

32 recommended
comments icon 0 comments
0 notes
109 views
bookmark icon

Write a comment...

Your email address will not be published. Required fields are marked *