Home Sweet home

Published 3 years ago -  - 3y ago 23


Kami men­em­pati se­buah rumah sewa seluas 75 me­ter persegi di se­la­tan Jakarta. Se­buah rumah hook dua ka­mar stan­dar kom­pleks BTN den­gan usia tak ter­paut jauh den­gan usia kami. Se­buah ban­gu­nan lama na­mun tetap nya­man dan homy.

Menyewa rumah be­rarti men­coba meng­gabungkan apa yang di­inginkan si pemi­lik rumah, den­gan kon­sep yang in­gin kami tampilkan. Yang bisa kami lakukan, se­mak­si­mal mungkin mem­berikan sen­tuhan gaya kami tanpa men­gubah hal-hal per­ma­nen yang telah ada se­belum­nya. Bukan be­rarti pemi­lik rumah memi­liki sel­era yang bu­ruk, na­mun se­tiap orang pasti in­gin mengek­spre­sikan dirinya ke hun­ian tem­pat tinggal­nya. Cara yang pal­ing sim­pel adalah den­gan menam­bahkan be­ber­apa el­e­men deko­rasi yang sesuai den­gan karak­ter kami.

Se­ba­gian be­sar per­ab­otan kami berwarna putih. Kami menyukai warna putih. Se­lain tam­pak lebih bersih, lebih terang, juga men­jadikan ru­an­gan terke­san lebih luas. Se­lain itu, pen­em­patan warna putih memu­dahkan un­tuk mix & match den­gan el­e­men deko­rasi lain­nya. Kami juga lebih menyukai segala sesu­atu yang seder­hana & sim­pel.

Wisnu lebih dulu men­em­pati rumah ini se­jak be­ber­apa tahun silam. Baru ke­mu­dian sete­lah menikah Gina bergabung. Ting­gal berdua artinya kami kem­bali harus melakukan be­ber­apa pe­ruba­han. Men­coba menampilkan karak­ter kami berdua melalui el­e­men deko­rasi yang kami tampilkan, tanpa melu­pakan sisi fung­sion­al­nya.

Kami men­coba un­tuk mem­berikan state­ment, ini adalah rumah kami berdua. Cara pal­ing gam­pang adalah den­gan memasang be­ber­apa foto dari pernika­han (prewed) kami, dalam bingkai seder­hana dari IKEA. Se­lain itu, kami juga memasang satu frame “hi­asan mas kawin” yang telah dilepas emasnya yang kami buat sendiri pada malam men­je­lang perkaw­inan kami. haha..

Ke­mu­dian, salah satu tem­pat fa­vorit kami un­tuk mema­jang koleksi adalah rak KALLAX ini. Koleksi dari sep­a­n­jang per­jalanan hidup kami. Mu­lai dari cin­dera­mata se­tiap per­jalanan kami, hampir se­mua tiket non­ton kami berdua, buku-buku yang kami suka, koleksi mainan Wisnu yang lucu & menarik tapi cukup mu­rah, barang-barang mem­o­ra­bilia kami – seperti akuar­ium bu­lat & snorkel dari per­lom­baan foto, dan se­ba­gainya.

Mema­jang barang koleksi meru­pakan salah satu cara am­puh un­tuk me­nun­jukkan karak­ter kita

 

Salah satu pe­ruba­han men­dasar di ka­mar tidur adalah kini kami harus mem­baginya men­jadi dua sisi un­tuk mas­ing-mas­ing dari kami. Kami menam­bahkan bed side table berlaci pada tiap sisi, serta lampu baca sesuai den­gan gaya mas­ing-mas­ing.

 

 

Be­ralih ke ru­ang kerja, yang sebe­narnya jarang kami pakai un­tuk melakukan peker­jaan kan­tor. Kami lebih ser­ing meng­gu­nakan­nya un­tuk melakukan hobi, seperti menulis blog, mengedit hasil foto, mem­buat prakarya, dsb.

Da­pur akhirnya berfungsi penuh. Gina lebih ser­ing bereksper­i­men un­tuk mem­buat sara­pan pagi den­gan re­sep seder­hana nan cepat. Itupun artinya harus menam­bah alat masak, serta melakukan pe­nataan yang efek­tif dan efisien.

In­i­lah yang ter­baik yang bisa kami lakukan. Mungkin belum mencer­minkan 100% diri kami. Na­mun kami cukup puas den­gan apa yang kami lakukan — sejauh ini.


Liv­ing Room
Rak 4×4 – Ikea Kallax
Lampu – Ikea Ler­sta

Mas­ter Bed­room
Seprai & sarung ban­tal – Good sheets
Quilt Cover – Ikea Far­glav
Bed side table – Ikea Malm
Lampu meja – Ikea Lam­pan
Jam meja/​alarm – Ikea Vikis

Work­sta­tion
Meja kerja – Ikea Lin­n­mon & Vika Ler­berg
Kursi – Ikea Adde
Lampu Kerja – Ikea Ter­tial
Tem­pat alat tulis – Ikea Ma­jskorn
Frame foto – Ikea Tolsby
Hi­asan sepeda – Mirota Batik
Ma­son Jar – Pasar pagi mangga dua & Ace hard­ware

23 recommended
comments icon 0 comments
0 notes
47 views
bookmark icon

Write a comment...

Your email address will not be published. Required fields are marked *