Home sweet home

Published 1 year ago -  - 1y ago 41


Sete­lah men­em­pati rumah baru kami sekian lama, baru kali ini akhirnya kami sem­pat un­tuk mer­apikan dan mem­foto se­tiap sudut­nya.

Tidak ada yang sem­purna, mem­ban­gun rumah adalah se­buah proses. Apa yang ada saat ini meru­pakan yang ter­baik yang bisa kami da­p­atkan saat ini. Masih banyak mimpi kami yang belum ter­wu­jud saat ini. Karena keter­batasan dana, pri­or­i­tas, dan lain hal.

Seperti bagaimana kami mem­ban­gun kitchen set, mem­beli se­tiap bagian demi bagian, hingga akhirnya da­pat men­jadi seperti ini. Saat ini pun salah satu bagian­nya masih belum ter­tutup lengkap, karena kami masih mengumpulkan dana un­tuk mem­beli laci.

Kami suka rumah yang mencer­minkan prib­adi kami. Tem­pat yang da­pat me­nun­jukkan siapa dan seperti apa diri kami. Kami lebih suka men­gatur se­tiap sudut­nya seperti yang kami mau.

Kami suka rumah yang mencer­minkan prib­adi kami. Tem­pat yang da­pat me­nun­jukkan siapa dan seperti apa diri kami.

Seperti pada sak­lar atau colokan, yang dis­usun dan ditem­patkan pada po­sisinya sesuai den­gan ke­bi­asaan kami. Kami juga memilih, mem­buat atau merangkai segala sesu­atunya sendiri. Meskipun itu be­rarti harus be­la­jar banyak hal baru. Be­la­jar men­jadi interior designer, be­la­jar teknik sipil, be­la­jar men­ge­nai ban­gu­nan, be­la­jar bagaimana men­jadi tukang kayu, dan masih banyak lagi.

Bagaimana­pun juga, rumah adalah di­mana kami bertiga bisa meng­habiskan waktu bersama, di­mana­pun dan seperti apapun adanya.

***

41 recommended
comments icon 0 comments
0 notes
620 views
bookmark icon

Write a comment...

Your email address will not be published. Required fields are marked *